Tampilkan postingan dengan label Artikel Relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Relationship. Tampilkan semua postingan

Dear Friends

Dear friends,

Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang
yang sangat lemah dan butuh pertolongan?

Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang
lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?

Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah :
Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah lebih yakin
kepada dirinya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning adalah orang yang
menikmati kecantikannya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah orang yang
ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda?

Tahukah anda kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut
dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung? Tapi tahukah
anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan
orang tsb?

Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan anda
tsb pasti dikabulkan?

Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda, spt jatuh cinta,
menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika
anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan.

Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum anda mencobanya
sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya
sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat
bahwa pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali lipat.

Hari ini, bola PERSAHABATAN ada dilapangan anda, kirim ini kepada orang
yang benar2 sahabat anda (termasuk saya jika saya juga sahabat). Juga,
jangan merasa kecewa jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali
kepada anda, anda akan mengetahui bahwa anda akan tetap menjaga bola untuk
orang lainnya ..

Lelaki dan Perempuan

LELAKI


Betapa beratnya menjadi seorang lelaki, diantaranya adalah seperti berikut:


1. Lelaki bujangan menanggung dosa sendiri apabila sudah baligh, sementara dosa anak gadis ditanggung oleh bapanya.
2. Lelaki yang sudah berumah tangga menanggung dosa sendiri, dosa isteri, dosa anak perempuan yang belum pernah kawin dan dosa anak lelaki yang belum baligh.
3. Hukum menjelaskan anak lelaki bertanggung-jawab atas ibunya dan sekiranya dia tidak menjalankan tanggungjawabnya maka dosa baginya, terutama anak lelaki yang tua, tetapi perempuan tidak, perempuan hanya perlu taat kepada suaminya. Isteri berbuat baik kepadanya diberikan pahala kalau berbuat sebaliknya dosanya ditanggung oleh suaminya.
4. Suami wajib memberikan nafkah pada isteri, tapi isteri tidak. Walaupun begitu isteri boleh membantu. Haram bagi suami bertanya pendapatan isteri,lebih-lebih lagi menggunakan pendapatan isteri tanpa izin ini.

Banyak lagi...


Bayangkan betapa beratnya dosa-dosa yang harus ditanggung seperti gunung dengan semut. Itu sebabnya mengikut kalau kita kaji nyawa perempuan lebih panjang daripada lelaki. Lelaki mati cepat karena tak kuat dengan beratnya dosa-dosa yang ditanggung. Tetapi seorang lelaki ada keistimewaannya yang dianugerah oleh Allah SWT. Sebagai seorang lelaki pasti anda tahu, kalau tak tahu makanya jadi perempuan. Begitulah kira-kiranya.


WANITA


1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah, tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita kesaksianya kurang dibanding lelaki.
4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.

Pernahkah kita lihat sebaliknya??

Wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapanya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?
Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya untuk isteri dan anak anak.
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan bila wafat kerana melahirkan adalah mati syahid. Manakala dosanya dosa kecil, dosanya diampun ALLAH .

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini :

1. Isterinya
2. Ibunya
3. Anak perempuannya
4. Saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita ditanggung oleh 4 orang lelaki ini :

1. Suaminya
2. Ayahnya
3. Anak lelakinya
4. Saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana pintu Syurga yang disukainya cukup dgn 4 syarat saja:

- Sembahyang 5 waktu,
- Puasa di bulan Ramadhan,
- Taat pada suaminya dan menjaga kehormatannya. (betulkan kalau nggak salah).

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH...

Lihat betapa sayangnya ALLAH pada wanita .... .kan?


Sememangnya derajat Wanita dimuliakan dalam Islam.

Thanks and Best Regards,

Kenapa Komitment Menjadi Kambing Hitam

Kenapa Komitment Menjadi Kambing Hitam

Sekarang lagi heboh berita artis akan bercerai. Salah satu yang disayangkan banyak orang adalah bagaimana komitmen antara sang artis dan dengan pasangannya. Rata-rata begitu bukan ..komitmen awal-nya apa.

Apa sih itu komitmen?

Apabila saya lapar, dan memutuskan untuk membeli salah satu makanan siap saji (setelah menelpon ke nomor tertentu) dengan Delivery, setelah saya memutuskan membeli paket yang mana, dan setelah sepakat akan harganya, maka ketika makanannya dikirim, yang saya lakukan tinggal membayar harga yang telah disebutkan atau disepakati sebelumnya di telepon. Menurut saya, ketika ada sebuah kesepakatan yang dibuat oleh dua pihak atau lebih tentang suatu hal, sehingga kedua belah pihak merasa diuntungkan (win-win), inilah yang disebut sebagai komitmen.

Ketika seseorang dikatakan melanggar komitmen, yang harus dipertanyakan adalah, apakah ada salah satu pasal keuntungan bersama (win-win) tadi yang dilanggar, dan tidak sesuai dengan kesepakatan? Atau mungkin ada pasal yang tidak diatur di komitmen awalnya. Misalnya kalau kita memesan makanan siap saji, jarang sekali kita akan dijanjikan bahwa makanan akan datang dalam waktu X menit bukan? Nah, begitu kita sebagai yang memesan makanan siap saji tersebut sudah sangat kelaparan, tetapi pesanan yang dijanjikan (delivery) tidak juga kunjung datang, apa yang terjadi ketika sang pengirim datang? Mungkin bukan ucapan terima kasih yang diterima, tapi dampratan dari kita sebagai pihak ”korban”, sedangkan dari sang pengantar, yang diketahuinya adalah bahwa dia sudah berusaha sebaik mungkin mengendarai kendaraan delivery nya, supaya sang pelanggan dapat segera mengganjal perutnya. Siapa yang salah? Kondisi transportasi kita? Jam yang bergerak terlalu cepat?

Jadi, kalau kita mau melihat, apa sih komitmen itu sebenarnya? Jawabannya sederhana, kesepakatan. Yang biasanya menjadi masalah, adalah ketika ada tindakan yang dilakukan diluar dari kesepakatan di awal, jadi biar tidak melanggar bagaimana? Semua dibuat kesepakatannya, termasuk komitmen jika terjadi pelanggaran komitmen. Gampang kan?

Kenapa komitmen selalu menjadi kambing hitam?

Seperti halnya dalam cerita di atas, dalam keseharian kitapun penduh dengan komitmen, yang terjadi hari demi hari, baik kita sadari maupun tidak. Misalnya? Contohlah ketika kita membuat janji untuk makan siang dengan rekan kerja atau sahabat kita. Terkadang ada beban pekerjaan yang menumpuk, ada panggilan meeting mendadak dari si bos, ada kasus keluarga yang harus diselesaikan, dll. Sehingga, yang terjadi adalah kita terpaksa membatalkan janji yang sudah dibuat, terlepas dari kemungkinan rekan atau kawan kita yang sudah memberikan waktu yang khususnya untuk kita. Mau apa lagi?

Jadi, banyak orang mengkambing hitamkan penyebab kita melanggar komitmen itu, tetapi beberapa orang bahkan mengkambinghitamkan komitmen itu sendiri. ”Kalau tidak ada komitmen kan tidak akan ada yang melanggar!”, begitu katanya, sama saja kalau kita bilang ”Kalau nggak mau lupa sama pelajaran, nggak usah belajar apa-apa!”, lucu sih. Sebetulnya kambing hitam pada komitmen dan penyebab kita (misalnya) melanggar komitmen itu kan bisa dihindari. Bagaimana caranya? Dengan menjadi dewasa.

Maksudnya? Hanya orang yang sudah dewasa (secara mental) menyadari bahwa tidak ada yang tetap di dunia ini. Semua pasti berubah. Bila sepasang kekasih atau suami istri berharap pasangannya tidak berubah, berarti yang harus siap diterimanya adalah kekecewaan yang mendalam ketika ternyata pasangannya mengalami perubahan (baik fisik maupun mental). Lho kok begitu? Iya, begitu.. paling gampang, misalnya kita beli daging di pasar, kita bisa menentukan perubahannya, mau jadi sekeras es (masukkan saja di kulkas), mau dibiarkan hancur dan membusuk, atau mau dijadikan selezat masakan yang dihidangkan di meja makan. Itu semua tergantung komitmen kita ketika membeli daging itu. Apakah kita akan menyalahkan penjual daging, ketika daging yang kita beli ternyata membusuk (karena kita biarkan begitu saja)? Tidak bukan, tetapi itulah cara untuk tidak mengkambing hitamkan sebuah komitmen, yaitu dengan menyadari bahwa semua bisa berubah (dari awal), dan siap dengan perubahan yang mungkin terjadi. Sekali lagi, siapkan diri untuk commit pada ketidak”commit”an yang mungkin terjadi, jadi kita tidak akan menyalahkan siapapun. Sekali lagi, hidup ini pilihan.

Bisa gak kita konsisten dengan komitmen dan bagaimana membuat komitmen bukan merupakan penjara yang membatasi?

Semua orang bisa konsisten dengan komitmen, Cuma masalah bagaimana kita memandang komitmen itu. Ini juga yang akan membuat komitmen bukanlah sebuah penjara yang membatasi, tetapi cakrawala kemungkinan, yang membuat kita kreatif untuk menjalani komitmen itu. Waduh, maksudnya gimana? Coba bayangkan, kita siap dengan semua kemungkinan yang terjadi, dan commit untuk tindakan yang akan dijalani bersama dari awal, dengan pemikiran yang juga sudah di setarakan (bukan di samakan, setiap orang punya dan berhak atas pemikiran yang berbeda), maka apapun yang terjadi di jalan nanti, kita siap menerima segala konsekwensinya, karena sudah dijabarkan (paling tidak sebagian besar) di awal.

Juga kita akan tau bahwa kita bisa bergerak bebas dalam komitmen itu kalau semua didasari oleh logika dan hati, bukan hanya sesuai aturan yang berlaku (bukan sesuatu yang muluk-muluk tapi sesuatu yang bisa saja terjadi di tengah jalan), yang semuanya itu disadari dan dibicarakan dari awal.

Kenapa? Sehingga kalau terjadi sesuatu di tengah jalan, bukan lagi pelanggaran komitmen, tetapi yang terjadi adalah komitmen untuk menjalani resiko yang sudah dibicarakan di awal.

Tapi bukannya ketika membuat komitmen sebaiknya berpikir yang terbaik? SETUJU. Pernah dengar kata-kata ”expect for the best, prepare for the worst”? kita memang mengharapkan yang terbaik, membuat goal yang terbaik, tetapi bukankah kita ketika menuju goal atau cita-cita kita juga sebaiknya menyediakan payung? Mungkin di tengah jalan hujan.. jadi kalau payung sudah siap, tidak akan menyalahkan hujan yang terjadi di tengah jalan kan? Selamat menjalani hidup berkomitmen..

Kirdi Putra, CHI, CHt.

Hypnotherapy Coach

Hypnosis Training Institute of Indonesia (HTII)

Phone. +62 21 739 7916

kirdi18@yahoo.com.sg

For things to change, I have to change