Menikah Secara Bathin


Hari itu kita sepakati sebagai hari pernikahan kita
Saat kesepakatan tan bertuan ...

Tak ada secarik kertas yang membuktikan
Tak ada saksi hanya Tuhan ..
Tak ada Ijab ... hanya kata setuju
Tak ada mas kawin ... hanya cinta
Tak Ada cincin kawin ...hanya lingkaran bathin
Tak ada pesta ... hanya nyanyian rindu
Tak ada kecupan .. hanya icon kiss

Kami menikah secara bathin ... forever

Dia suami bathin-ku
Aku istri bathin-nya

Bocah Pembeli Es Krim

Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki umur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai tempat penjual eskrim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa melihat si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana hingar bingar mal yang serba wangi dan indah.

"Mbak sundae cream harganya berapa?" si bocah bertanya.

"Lima ribu rupiah," yang ditanya menjawab.
Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantongnya. Ia menghitung recehan di tangannya demngan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum, banyak pembeli yang lebih "berduit" ngantre di belakang pembeli ingusan itu.

"Kalau plain cream berapa?"

Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, "Tiga ribu lima ratus".

Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, " Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak," kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.

Beberapa waktu kemudian, si pramusaji membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah tadi, ia terperanjat. Di meja itu terlihat dua keping uang logam limaratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi.
Ada rasa penyesalan tersumbat dikerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.

Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi: setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan dengan penuh hormat.

(dari milis)

Banyak Cinta


Siapa yang tidak bahagia bila diberi Banyak Cinta
Siapa yang menyesal bila kehilangan Banyak Cinta
Siapa yang susah payah mencari Banyak Cinta
Siapa yang bisa tidur nyenyak bila Banyak Cinta yang mati
Banyak Cinta yang bisa dipertanyakan

Tapi

Hanya Satu Cinta Yang Memberi Banyak Cinta