Mama ku hebat ... memberikan tempat hidup buat aku di dalam rahimnya, dan memberikan makanan tersehat lewat air susunya.
Mama ku hebat ... memberikan mata hatinya untuk mengajarkan kehidupan kepadaku
Mama ku hebat ... memberikan semangatnya untuk semangat hidupku
Mama ku hebat ... bertahan dari kekerasan dan sikap kasar bapak, keganasan kanker yang menguasai seluruh tubuh, darah dan tulangnya.
Mama ku hebat ... memberikan bekal dan warisan kehidupan walau dalam waktu singkat dan tidak panjang.
Tuhan .... titip salam buat mama
Lirik Lagu Dibawah Langit-MU
Di Bawah Langitmu
Bersujud Semua
Memuji Memuja Asmamu
Dan Bertasbih Semua
Makhlukmu Tunduk
Mengharap Cinta Dan Kasihmu
Cahaya Ilahi
Hangatnya Di Hati
Di Langkah Sejuta Wajah
Terbata Penuh Salah
Jalani Sang Hidup
Terluka Terhempas Berdosa
Hitam Putih Jalan Hidup
Pahit Getir Warna Dunia
Tangis Tawa Rasa Hati
Terluka Atau Bahagia
Rasa Bangga Sementara
Setiap Duka Tak Abadi
Semuanya Wajah Kan Dipuji
Pada Allah Kita Kan Kembali
Bersujud Semua
Memuji Memuja Asmamu
Dan Bertasbih Semua
Makhlukmu Tunduk
Mengharap Cinta Dan Kasihmu
Cahaya Ilahi
Hangatnya Di Hati
Di Langkah Sejuta Wajah
Terbata Penuh Salah
Jalani Sang Hidup
Terluka Terhempas Berdosa
Hitam Putih Jalan Hidup
Pahit Getir Warna Dunia
Tangis Tawa Rasa Hati
Terluka Atau Bahagia
Rasa Bangga Sementara
Setiap Duka Tak Abadi
Semuanya Wajah Kan Dipuji
Pada Allah Kita Kan Kembali
Label:
Lirik Lagu
Time To Life … Love .. And Logical
Memulai cerita dengan Once Upon time, dan mengakhiri dengan kata The End. Kalo bicara masa lalu memakai The Last dan masa depan dengan Tomorrow … hemmm haruskah semua diukur dengan waktu …
Karena Rasa tidak mengenal waktu, Rasa tidak mengenal pada suatu hari, Rasa tidak tahu kapan berakhir. Karena hanya Logika yang bicara masa lalu dan masa depan.
Aku diantara rasa dan logika. Terkurung dalam keseimbangan alam sadarku. Memihak Rasa, dia yang kupilih … memilih masa depan … bukan dia yang ku raih… tapi tidak ada satu pun yang bisa menjelaskan logikaku … pikiran ku …
Walau aku tahu ini rencana Tuhan … tapi ijinkan aku memilih bukan dengan rasa atau logika … bukan dengan waktu …
For My Special Friend in Bogor
Label:
Renungan Emma
Langganan:
Postingan (Atom)