
Aku Lapar
Bila saatnya dan waktunya makan
Aku Lapar
Bila pikiranku lagi di tumbuhi persoalan dan masalah
Aku Lapar
Bila melihat hidangan enak
Aku Lapar
Bila melihat nikmatnya orang lain makan
Aku Lapar
Lapar mata

kuletakan cinta pada angin abadi.
Lentera hati telah menyala
Menghilangkan gelap menyelimuti
Membias cahaya ke setiap sudut jiwa
Memberi warna dalam pelangi nurani
Rintik gerimis turun membasahi
Memberi aroma dingin tak terperi
Menikmati tetesan air mengaliri
Basah, gelisah, resah sendiri
Dalam menjaga kesetiaan diri
Kau datang menghampiri
Menguji makna dari cinta termiliki
Membuat sekat hati yang tak teringini
Mengapa purnama begitu indah
Mengapa mawar mekar merekah
Bila harus tertusuk keinginan diri
BIla semua hasrat untuk terpungkiri
Biarlah kau tak akan mengenalku
Langit menghapus jejak rinduku
Maka kan kupanjat tali
Tuk kuletakan cinta pada angin abadi.
Dalam perenungan ku, Menguji keinginan diri
(Dikutip dari puisi karya Erwin Arianto)